<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Seputar Kesalahan dalam Berdo&#8217;a ~ Refleksi Kenapa Do&#8217;a Jarang Terkabul</title>
	<atom:link href="http://esensi.wordpress.com/2008/07/08/seputar-kesalahan-dalam-berdoa-refleksi-kenapa-doa-jarang-terkabul/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://esensi.wordpress.com/2008/07/08/seputar-kesalahan-dalam-berdoa-refleksi-kenapa-doa-jarang-terkabul/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Nov 2009 11:30:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: frozen</title>
		<link>http://esensi.wordpress.com/2008/07/08/seputar-kesalahan-dalam-berdoa-refleksi-kenapa-doa-jarang-terkabul/#comment-2243</link>
		<dc:creator>frozen</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 17:13:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://esensi.wordpress.com/?p=59#comment-2243</guid>
		<description>&lt;b&gt;@ the kewuk&lt;/b&gt;
Saya ini orang awam. Bisa dijelaskan, apa maksud dari &quot;kembali ke qur&#039;an +  sunnah&quot; itu? :-)

Saya tunggu jawabannya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@ the kewuk</b><br />
Saya ini orang awam. Bisa dijelaskan, apa maksud dari &#8220;kembali ke qur&#8217;an +  sunnah&#8221; itu? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya tunggu jawabannya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: the kewuk</title>
		<link>http://esensi.wordpress.com/2008/07/08/seputar-kesalahan-dalam-berdoa-refleksi-kenapa-doa-jarang-terkabul/#comment-2242</link>
		<dc:creator>the kewuk</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 16:07:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://esensi.wordpress.com/?p=59#comment-2242</guid>
		<description>apa ga sebaeknyah kembali ke qur&#039;an + sunnah? Kan ada tentang tata cara berdo&#039;a, n sori nyangkal 1, ada tempat yg kita ga boleh berdo&#039;a : di WC</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apa ga sebaeknyah kembali ke qur&#8217;an + sunnah? Kan ada tentang tata cara berdo&#8217;a, n sori nyangkal 1, ada tempat yg kita ga boleh berdo&#8217;a : di WC</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: esensi</title>
		<link>http://esensi.wordpress.com/2008/07/08/seputar-kesalahan-dalam-berdoa-refleksi-kenapa-doa-jarang-terkabul/#comment-852</link>
		<dc:creator>esensi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 06:57:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://esensi.wordpress.com/?p=59#comment-852</guid>
		<description>&lt;b&gt;@ reekoheek&lt;/b&gt;
Terima kasih link-nya. Mohon di-share jika Anda mengetahui link-link lain yang bermanfaat.
.
Salam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@ reekoheek</b><br />
Terima kasih link-nya. Mohon di-share jika Anda mengetahui link-link lain yang bermanfaat.<br />
.<br />
Salam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: reekoheek</title>
		<link>http://esensi.wordpress.com/2008/07/08/seputar-kesalahan-dalam-berdoa-refleksi-kenapa-doa-jarang-terkabul/#comment-849</link>
		<dc:creator>reekoheek</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 02:49:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://esensi.wordpress.com/?p=59#comment-849</guid>
		<description>Menambah khazanah aja bagi yang belum tau menurut tafsir Al-Mizan ternyata syarat ijabahnya doa adalah puncak kesusahan.

http://tafsirtematis.wordpress.com/2008/06/27/puncak-kesusahan-bagian-dari-syarat-ijabahnya-doa/

wallahu alam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menambah khazanah aja bagi yang belum tau menurut tafsir Al-Mizan ternyata syarat ijabahnya doa adalah puncak kesusahan.</p>
<p><a href="http://tafsirtematis.wordpress.com/2008/06/27/puncak-kesusahan-bagian-dari-syarat-ijabahnya-doa/" rel="nofollow">http://tafsirtematis.wordpress.com/2008/06/27/puncak-kesusahan-bagian-dari-syarat-ijabahnya-doa/</a></p>
<p>wallahu alam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Lumos!</title>
		<link>http://esensi.wordpress.com/2008/07/08/seputar-kesalahan-dalam-berdoa-refleksi-kenapa-doa-jarang-terkabul/#comment-670</link>
		<dc:creator>Lumos!</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 09:29:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://esensi.wordpress.com/?p=59#comment-670</guid>
		<description>Wah kebetulan juga, org yg kmu tanyain ini msh &#039;awam&#039; :mrgreen:

mon cheri...,
bertanyalah pd mereka yg lebih &quot;berilmu&quot; drku, agar &#039;tercerahkan&#039; bukan malah &#039;tersesatkan&#039; ^-^ mungkin nanti, setelah IA sempurnakan hidupku dg kematian, barulah aq bs bertemu dgNYA (itupun klo IA anggap pantas)

wa&#039;alaikassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah kebetulan juga, org yg kmu tanyain ini msh &#8216;awam&#8217; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>mon cheri&#8230;,<br />
bertanyalah pd mereka yg lebih &#8220;berilmu&#8221; drku, agar &#8216;tercerahkan&#8217; bukan malah &#8216;tersesatkan&#8217; ^-^ mungkin nanti, setelah IA sempurnakan hidupku dg kematian, barulah aq bs bertemu dgNYA (itupun klo IA anggap pantas)</p>
<p>wa&#8217;alaikassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: esensi</title>
		<link>http://esensi.wordpress.com/2008/07/08/seputar-kesalahan-dalam-berdoa-refleksi-kenapa-doa-jarang-terkabul/#comment-667</link>
		<dc:creator>esensi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 09:38:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://esensi.wordpress.com/?p=59#comment-667</guid>
		<description>&lt;b&gt;@ light&lt;/b&gt;
Salah. Itu juga sebenere saya ngutip pernyataan-Nya sendiri. Dan, well, Ia mengatakan Ia adalah dekat, where?
Yah, pokoknya, kalau kak nurma kebetulan atau sudah menemukan-Nya, beri tau saya.
.
Salam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@ light</b><br />
Salah. Itu juga sebenere saya ngutip pernyataan-Nya sendiri. Dan, well, Ia mengatakan Ia adalah dekat, where?<br />
Yah, pokoknya, kalau kak nurma kebetulan atau sudah menemukan-Nya, beri tau saya.<br />
.<br />
Salam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lumina</title>
		<link>http://esensi.wordpress.com/2008/07/08/seputar-kesalahan-dalam-berdoa-refleksi-kenapa-doa-jarang-terkabul/#comment-664</link>
		<dc:creator>lumina</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 03:58:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://esensi.wordpress.com/?p=59#comment-664</guid>
		<description>saya cuman pengen ngutip poin no.6 (ini tulisan anda sendiri lho ya :mrgreen: saya cuman mengutip)
&quot;ALLAH is arround us. He is very very near&quot;

So? ngapain &quot;nyari&quot;???? hmm....?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya cuman pengen ngutip poin no.6 (ini tulisan anda sendiri lho ya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  saya cuman mengutip)<br />
&#8220;ALLAH is arround us. He is very very near&#8221;</p>
<p>So? ngapain &#8220;nyari&#8221;???? hmm&#8230;.?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: esensi</title>
		<link>http://esensi.wordpress.com/2008/07/08/seputar-kesalahan-dalam-berdoa-refleksi-kenapa-doa-jarang-terkabul/#comment-549</link>
		<dc:creator>esensi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 15:01:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://esensi.wordpress.com/?p=59#comment-549</guid>
		<description>&lt;b&gt;@ &#039;mpal&lt;/b&gt;
Senang sekali saya mendapati &quot;counter&quot; dari Anda. Sudah lama saya menunggu tulisan-tulisan saya dikritik. Oke, saya coba respon...
.
&lt;blockquote&gt;Allah senang kalau hambaNYA meminta, berendah diri, sebab dengan demikian berarti juga meninggikanNYA yg memang Mahatinggi.&lt;/blockquote&gt;
Tidak sesederhana itu, menurut saya. Permintaan macam apa dulu yang mampu membuat-Nya &quot;senang&quot;? Dan siapa dulu yang mengajukan permintaan/permohonan/do&#039;a tersebut. Silakan dipikirkan kembali...
.
&lt;blockquote&gt;“Menyuap Tuhan”… mengapa tidak? Itu membuktikan kita berusaha keras menggapai ridhoNya&lt;/blockquote&gt;
Anda mengabaikan hukum pluralitas, dimana sudut pandang setiap orang berbeda-beda mengenai pemahaman terhadap Tuhan. Terlebih lagi, &quot;menyuap&quot; itu mengindikasikan &quot;ada maunya&quot;. Ini jelas bertentangan dengan spirit dan esensi penghambaan kepada Allah, dimana keikhlasanlah yang mesti dikedepankan. Toh, jalan untuk menggapai ridha-Nya itu &#039;kan tidak cuma satu. Tapi saya sepakat dengan perilaku &quot;cari muka&quot; kepada-Nya itu. Jujur, saya sepakat.
.
&lt;blockquote&gt;Artikel Anda ini lucu, tapi yaaaah… cuman segitu.&lt;/blockquote&gt;
Saya hargai pendapat Anda. Sayang, Anda masuk ke sini dengan status anonim, jadinya saya tidak bisa melakukan kunjungan balik ke tempat pemikiran Anda (blog) untuk melihat lebih luas spektrum pemikiran Anda.
.
Saya tunggu komentar balasan Anda. Terima kasih, 
Salam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@ &#8216;mpal</b><br />
Senang sekali saya mendapati &#8220;counter&#8221; dari Anda. Sudah lama saya menunggu tulisan-tulisan saya dikritik. Oke, saya coba respon&#8230;<br />
.</p>
<blockquote><p>Allah senang kalau hambaNYA meminta, berendah diri, sebab dengan demikian berarti juga meninggikanNYA yg memang Mahatinggi.</p></blockquote>
<p>Tidak sesederhana itu, menurut saya. Permintaan macam apa dulu yang mampu membuat-Nya &#8220;senang&#8221;? Dan siapa dulu yang mengajukan permintaan/permohonan/do&#8217;a tersebut. Silakan dipikirkan kembali&#8230;<br />
.</p>
<blockquote><p>“Menyuap Tuhan”… mengapa tidak? Itu membuktikan kita berusaha keras menggapai ridhoNya</p></blockquote>
<p>Anda mengabaikan hukum pluralitas, dimana sudut pandang setiap orang berbeda-beda mengenai pemahaman terhadap Tuhan. Terlebih lagi, &#8220;menyuap&#8221; itu mengindikasikan &#8220;ada maunya&#8221;. Ini jelas bertentangan dengan spirit dan esensi penghambaan kepada Allah, dimana keikhlasanlah yang mesti dikedepankan. Toh, jalan untuk menggapai ridha-Nya itu &#8216;kan tidak cuma satu. Tapi saya sepakat dengan perilaku &#8220;cari muka&#8221; kepada-Nya itu. Jujur, saya sepakat.<br />
.</p>
<blockquote><p>Artikel Anda ini lucu, tapi yaaaah… cuman segitu.</p></blockquote>
<p>Saya hargai pendapat Anda. Sayang, Anda masuk ke sini dengan status anonim, jadinya saya tidak bisa melakukan kunjungan balik ke tempat pemikiran Anda (blog) untuk melihat lebih luas spektrum pemikiran Anda.<br />
.<br />
Saya tunggu komentar balasan Anda. Terima kasih,<br />
Salam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: 'mpal</title>
		<link>http://esensi.wordpress.com/2008/07/08/seputar-kesalahan-dalam-berdoa-refleksi-kenapa-doa-jarang-terkabul/#comment-548</link>
		<dc:creator>'mpal</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 12:14:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://esensi.wordpress.com/?p=59#comment-548</guid>
		<description>Allah senang kalau hambaNYA meminta, berendah diri, sebab dengan demikian berarti juga meninggikanNYA yg memang Mahatinggi. 

&quot;Menyuap Tuhan&quot;... mengapa tidak? Itu membuktikan kita berusaha keras menggapai ridhoNya. Saya juga kadang puasa senen-kemis dan memilih sepertiga malam terakhir untuk berdoa. Bukan biar Allah mengabulkan doa saya segera (sebab nyatanya banyak doa saya yg memang belum terkabul), tapi agar DIA tahu bahwa saya berusaha menggapai kasihNYA.

Kan nggak haram &quot;cari muka&quot; sama dia. Kalo cari muka sama orang baru deh harusnya malu.

Artikel Anda ini lucu, tapi yaaaah... cuman segitu. 
Lucu.

Maaf kalo ada kata2 yg tidak berkenan.

-&#039;mpal-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Allah senang kalau hambaNYA meminta, berendah diri, sebab dengan demikian berarti juga meninggikanNYA yg memang Mahatinggi. </p>
<p>&#8220;Menyuap Tuhan&#8221;&#8230; mengapa tidak? Itu membuktikan kita berusaha keras menggapai ridhoNya. Saya juga kadang puasa senen-kemis dan memilih sepertiga malam terakhir untuk berdoa. Bukan biar Allah mengabulkan doa saya segera (sebab nyatanya banyak doa saya yg memang belum terkabul), tapi agar DIA tahu bahwa saya berusaha menggapai kasihNYA.</p>
<p>Kan nggak haram &#8220;cari muka&#8221; sama dia. Kalo cari muka sama orang baru deh harusnya malu.</p>
<p>Artikel Anda ini lucu, tapi yaaaah&#8230; cuman segitu.<br />
Lucu.</p>
<p>Maaf kalo ada kata2 yg tidak berkenan.</p>
<p>-&#8217;mpal-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: esensi</title>
		<link>http://esensi.wordpress.com/2008/07/08/seputar-kesalahan-dalam-berdoa-refleksi-kenapa-doa-jarang-terkabul/#comment-478</link>
		<dc:creator>esensi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 00:41:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://esensi.wordpress.com/?p=59#comment-478</guid>
		<description>&lt;b&gt;@ arkenz&lt;/b&gt;
. :lol:
.
bei de wei, ente urang Bandung asli, Kang? Dimana? :mrgreen:
.
salam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@ arkenz</b><br />
. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /><br />
.<br />
bei de wei, ente urang Bandung asli, Kang? Dimana? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /><br />
.<br />
salam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: arkenz</title>
		<link>http://esensi.wordpress.com/2008/07/08/seputar-kesalahan-dalam-berdoa-refleksi-kenapa-doa-jarang-terkabul/#comment-477</link>
		<dc:creator>arkenz</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 00:21:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://esensi.wordpress.com/?p=59#comment-477</guid>
		<description>emm... doa y..? pengalaman ngajarin kalo banyak hal yang luput dari apa yang saya minta.. ujung-ujungnya saya malah sering bergumam kaya gini: &quot;duh gusti... umatmu ini sudah sedikit, masih aja dibecandain...&quot; 
waaaaaaaaaaaa.... hampura Gusti....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>emm&#8230; doa y..? pengalaman ngajarin kalo banyak hal yang luput dari apa yang saya minta.. ujung-ujungnya saya malah sering bergumam kaya gini: &#8220;duh gusti&#8230; umatmu ini sudah sedikit, masih aja dibecandain&#8230;&#8221;<br />
waaaaaaaaaaaa&#8230;. hampura Gusti&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
