Omong-Omong Soal Pekerjaan…

.
………..MELANJUTKAN post sebelumnya (Saya dan UK), yang sebetulnya membahas soal pekerjaan yang ternyata tidak selalu berjalan lurus dengan titel alias gelar, saya jadi tergelitik untuk menanyakan pekerjaan sehari-hari NAMA-NAMA BESAR dalam sejarah. Tak akan berpanjang kalam, saya langsung saja ke pokok.

PARA NABI
………..Tidak semua profil Nabi, saya ketahui apa pekerjaan sehari-harinya, meski sudah jungkir balik bertanya dan mencari tahu.

………..Mungkin saya bisa dibilang makin aneh-aneh saja. Tapi sebetulnya alasan saya sederhana, hanya ingin membuktikan bahwa, apapun level dan kedudukan seorang manusia, ia tetaplah manusia, yang mendapat amanat Tuhan untuk mencukupi hidupnya sendiri, bukan dengan mengandalkan atau memanfaatkan mukjizat semata.

………..Saya ingat sebuah ayat, bahwa Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berusaha di muka bumi ini agar dapat memperoleh rezeki yang telah ditentukan untuk mereka.

………..Nah, inilah beberapa profil Nabi yang saya sorot perihal pekerjaannya.

………..- Nabi Adam.as : Sebab beliau adalah nenek moyang pertama yang hidup nomadik, pekerjaan sehari-harinya mungkin tidak jauh dengan manusia purba [?]. Tapi dulu bumi pastilah masih ultra-belantara. Tentu binatang-binatang super buas masih banyak berkeliaran. Rrr… Entahlah…
………..- Nabi Idris.as : Nhaa… kalau beliau ini, konon manusia pertama yang membuat pakaian. Beliau dikenal sebagai ahli dalam menenun pakaian. Kalau dalam bahasa kita sekarang, beliaulah pionir dunia tekstil. Great
………..- Nabi Nuh.as : Ini nabi yang lumayan panjang umurnya. Lalu, pekerjaan sehari-harinya apa buat hidup sehari-hari keluarga? Mosok dakwah melulu? Beliau juga kan manusia biasa. Kata Google sih, beliau itu seorang pemahat kayu (ahli ukir?). Wuow, sumpah saya baru tahu. Jangan-jangan para pengrajin ukiran Jepara itu keturunannya Nabi Nuh? Mungkin…
………..- Nabi Ibrahim.as : Woo… beliau bukannya setiap hari kerjaannya mencari Tuhan? Wehehehe… Ehem! Serius. Ada yang tahu?
………..- Nabi Ya’qub.as : Diriwayatkan, beliau ini konon berternak.
………..- Nabi Yusuf.as : Menjadi budak, lalu diangkat menjadi Wazir/Menteri Bendahara Mesir.
………..- Nabi Ayyub.as : Beliau juga diriwayatkan sukses dalam usaha peternakan dan perkebunan.
………..- Nabi Syu’aib.as : Juga di bidang peternakan/menggembala.
………..- Nabi Musa.as : Diriwayatkan, beliau bekerja menggembalakan kambing-kambing Nabi Syu’aib.as, hingga akhirnya beliau dinikahkan dengan salah satu anak Nabi Syu’aib.as.
………..- Nabi Dawud.as : Beliau dikenal sebagai pandai besi. Dan setiap hari melantunkan Zabur dengan suara emasnya yang tersohor.
………..- Nabi Sulaiman.as : Nhaa… meskipun beliau ini disebut sebagai nabi terkaya, namun tetap saja beliau mencukupi kebutuhan hidupnya dari hasil keringatnya sendiri. Setiap hari membuat anyaman, lalu kemudian dijual ke pasar, dan petang hari baru pulang dengan membawa hasil yang didapat. Ck… ck… ck…
………..- Nabi Zulkifli.as : Di usia muda, memenangkan sayembara, menjadi Raja Negeri Rom/Gipsi lantaran keadilannya memutuskan sebuah perkara. Beliau, yang nama aslinya adalah Basyar, menggantikan posisi Raja yang sebelumnya diduduki oleh Nabi Ilyasa.as.
………..- Nabi Yahya.as : Atau dikenal sebagai Yohanes Pembaptis dalam dunia Kristen. Hei, mosok pekerjaan sehari-harinya cuma memandikan orang-orang yang bertobat di Sungai Yordan?
………..- Nabi Isa.as : Meski dikenal sebagai nabi terfakir, namun beliau memiliki kemampuan sebagai tukang kayu, sama seperti – Nabi Zakaria.as. Eh? Ini bukannya menurut literatur Kristen?
………..- Nabi Muhammad.saw : Kalau ini sih nabi yang kehidupannya sangat terbuka untuk diketahui. Ya, beliau adalah seorang pedagang sukses, yang sejak masa remajanya menggembalakan kambing milik pamannya. Pokoknya membumi deh. Tapi… yang membuat saya penasaran, pekerjaan beliau setelah diangkat menjadi Nabi dan Rasul (pada usia 40) apa ya? Masa’ jadi pengangguran, dan kerjaannya dakwah melulu? Makan dari mana beliau?

*dibacok kaum ekstremis*

.
PARA MALAIKAT
………..Nah, kalau malaikat, sebenarnya saya tidak terlalu mau tahu. Peduli apa dengan mereka. Tapi okelah, saya bahas singkat.
………..- Jibril : Menyampaikan wahyu. Tapi itu kan dulu. Lha sekarang… ngapain? Nganggur? Ha? Mwahaha. Ehem! Serius. Seorang kawan dari PERSIS menyodorkan pendapat, bahwa Jibril masih mengirim wahyu, namun bukan wahyu seperti yang ia sampaikan kepada para nabi, melainkan berupa ilham kepada semua manusia. Wah, cukup rasional ini jawaban. Oke lah, sementara saya terima…
………..- Israfil : Yah, begitulah. Yang jelas, Kiamat Masih Jauh Sudah Dekat.
………..- Mikail : Yoo… bagi-bagi rizki. I love you, Michael!
………..- Izra’il : Wooo… ini malaikat yang pekerjaannya paling padat. Nggak usah dibahas deh. Merinding. Mana amalan-amalan saya masih menyedihkan lagi. Tapi asyik dalam perspektif saya, travelling kemana-mana. Hee…
………..- Munkar dan Nakir : Yang jelas, siap-siap aje kalau ntar diwawancara.
………..- Raqib dan ‘Atid : Wah, ingat dua malaikat ini, saya tambah merinding aja. Sampeyan jangan bilang-bilang ya, kalau saya lagi ngegosipin malaikat.
………..- Malik dan Ridwan : Jaga Sorga dan Neraka. Lha gadah? Ngapain sorga dijaga? Emang bakalan ada yang ngegondol? Lalu, Neraka? Nggak bakalan padam kan? Toh, bahan bakarnya bukan pake BBM yang sudah langka, apalagi Gas Elpiji yang makin mahal aja.

*Dirajam FPI*

.

PARA FILSUF
………..Yang mengajarkan pengetahuan-pengetahuan kepada warga dan mendapat imbalan atas itu, namanya kaum sophis katanya, bukan filsuf (beneran). Ini kata mbah Wiki. Kalau begitu, apa kerjaan mereka, yang bener-bener filsuf sejati, semisal Socrates, misalnya? Anda penggemar filsafat, ada yang tahu? Saya pun penasaran dengan keseharian Ibn Rusyd dan al-Ghazali.

.

PARA WALI
………..- Abu Husain bin Manshur al-Hallaj : Sufi legendaris dan kontroversial. Pekerjaannya membusarkan kapas, mengikuti jejak ayahnya.
………..- Maulana Jalaluddin Ar-Rumi : penyair sajakah beliau?
………..- Rabi’ah al-’Adawiyyah : Sufi wanita legendaris. Pencetus paham cinta dalam tasawuf. Diriwayatkan, berwajah cantik, dan tidak menikah lagi setelah ditinggal mati suami pertamanya. Konon, beliau ini juga seorang penyair, dan peniup serunai. Pekerjaan semasa remajanya dihabiskan dalam perbudakan dan hampir-hampir dirogol para lelaki keparat pada masa itu.
………..- Fariduddin Al-Attar : Ahli farmasi dan meracik minyak wangi (itu sebab beliau disebut Attar). Penulis kitab fenomenal Mantiq at-Tayr (Musyawarah Burung) ini pun bekerja sebagai apoteker di sebuah apotek miliknya sendiri.

………..Ah, masih banyak lagi wali-wali/sufi non-lokal lain yang tidak bisa saya sebut satu per satu. Sekarang wali yang pernah ada di tanah Jawa saja deh.
………..- Syekh Siti Jenar dan Sunan Kalijaga : Ini dua figur yang saya kagumi. Yang satu kontroversial, dan namanya kerap melariskan buku. Syekh Siti Jenar, ya, Siti Jenar. Selain membimbing murid-muridnya di Lemah Abang, beliau mencukupi kebutuhan hidupnya dengan bertani, di tanah luas hadiah raja dan bangsawan elite yang berguru kepadanya (seperti Ki Lonthang Semarang dan Ki Ageng Pengging, misalnya). Sedangkan Sunan Kalijaga, diriwayatkan mencari dan menjual rumput segar untuk makan ternak yang dijualnya di area Tembayat dan Geseng. Ah, saya terbentur masalah pustaka…

.

TUHAN
………..Nah? Ini lebih misterius lagi, nih. Segala tentang-Nya banyak yang masih serba tanda tanya. Kalau kata guru ngaji saya dulu, waktu saya masih kecil, pekerjaan Tuhan itu… wallahu a’lam. Kampret! Saya nanya bener-bener. Lalu, ada pula yang angkat suara, kalau pekerjaan Tuhan itu menguji hamba-hamba-Nya, menghukum orang yang berdosa (dengan musibah atau bencana), dan lain pekerjaan yang membikin saya bergidik. Kalau kata Ebiet G Ade sih, “…sedang Tuhan di atas sana, tak pernah menghukum…”, dalam lagunya Kalian Dengarkan Keluhanku. Saya sepakat. Kalau soal hukum menghukum, Tuhan (katanya) sudah “menyerahkannya” pada Hukum Kausalitas yang Ia ciptakan sendiri. Orang menebangi hutan, lalu datang musibah banjir. Ya itu hukum kausalitas yang bekerja, bukan Tuhan secara langsung.
.
Jadi apa ya gawean-Nya…? *megang jidat*
.
.

A-ha! Tuhan itu… kerjaan-Nya adalah… menunggu!
Me…nunggu?
Ya, menunggu… Ia menunggu hamba-hamba-Nya datang kepada-Nya untuk bertobat. Dan ia tidak pernah bosan menunggu…
Aih… romantisnya…
Ya, Ia memang romantis… Sangat saaaangat romantis…
Hooo… eh, sebentar bro
Apa lagi?
Soal menunggu… Itu… bukannya ucapannya Leo Tolstoy?
Hng?

[]

Paris van Java
11 Oktober 2008
Di tengah-tengah kesibukan ngurus pekerjaan.
………..*Lha? Kamu sendiri kerjanya apa, Ris?*
………..*Mmm… tidur?*
………..*Lah*

18 Tanggapan ke “Omong-Omong Soal Pekerjaan…”

  1. Nah, saya jadi penasaran ama kerjaan Tuhan. Apa bukan kerjaannya sibuk mengamati tontonan yang dipertunjukkan manusia ya?

  2. mangkanya … jangan pada bertobat, biat Tuhan tidak kehilangan pekerjaannya :mrgreen:

  3. @ danalingga
    Mengamati? Probably… :-?
    Tapi… kalau Ia dianalogikan sebagai Penulis novel dan kita adalah tokoh rekaan-Nya (ini nyolong analogi mas Sora9n), tentunya tak ada yang menarik dan perlu lagi diamati, sebab Ia sudah tahu progres cerita dan endingnya. Ah, ndak tau jg saya. Ntar kita tanya bareng-bareng deh :mrgreen:
    .
    .
    @ watonist
    :shock:
    saya bilanging FPI lho, biar sampeyan dikeroyok :razz:

  4. Ternyata inilah inti cerita Anda di (Saya dan UK)

    Awalnya ngalor ngidul tentang Dunia bagi yang mencermati, ternyata apa yang anda maksud isinya ada disini… *Omong-omong soal pekerjaan…*

    Anda memang pintar memancing orang ……..

    O… ya! Aktifkan Dong YM Anda sekarang…!

  5. Pekerjaan Tuhan yang utama, ya ngurus kita2 ini :-)

  6. nabi Adam kerjaannya jalan2 nyari Siti Jenang Hawa. kalo nabi Nuh kan mendesain kapal induk pengangkut hewan. kalo saya sih berbeda dengan ‘abang’ saya dong. :cool:
    *kaboooor*

  7. @ pengembarajiwa
    Memancing ikan saja paling gak bisa, apalagi mancing orang :razz:
    .
    .
    @ sufimuda
    Waah… Anda benar :-D
    .
    .
    @ sitijenang
    kalau soal Nabi Adam sih saya oke aja, tapi Nabi Nuh dalam komen sampeyan?? Desainer?? :shock:

  8. Ngabehi K.M Berkata

    Setau saya syek siti jenar itu sepupunya siti jenang, he eee

  9. @ Fayyadl
    Wah… Mas Fayyadl mampir nih :-D
    Di atas ada pertanyaan-pertanyaan atas rasa penasaran saya lho, apa anda tidak mau memberi tanggapan? :razz:

  10. Allah tidak berkerja, kalau Allah berkerja berarti duduknya ada pada hamba
    Sedangkan hamba itu lemah/tiada daya dan upaya.

    Sedangkan Allah maha Kuasa atas setiap segala sesuatu.
    Cukup dengan mengatakan kun fayakun.
    Apa yang terjadi ….maka terjadilah…..

    Setiap apa2 yang terjadi di alam semesta ini adalah kehendak dan Kekuasaanya,

  11. :-)
    Kiranya, setiap tulisan yang saya arsipkan di dalam kategori Refleksi, tidak dibaca secara tekstual (dibaca secara “begitu” saja). Setiap tulisan mengandung ragam tafsir. Ia bisa (atau harus) dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Tapi… kalau Anda ingin saya menjawab komentar Anda di atas, maka saya akan lawankan ayat dengan ayat,
    … Dan setiap saat Ia berada dalam kesibukan…

  12. Mas Esensi…..,Mas Inese……, Mas Frozen……

    Pada lahiriah nya Allah itu maha sibuk.

    Tetapi…..pada Hakikatnya Allah itu….
    .
    .
    .
    jadikan PR yah……..

    Kabuurr ….ah…sebelum ketahuan….

  13. ::untungnya Allah itu ya..engga punya capek, enggak ngantuk, jadi engga ketahuan kerja enggaknya…padahal semua DIA yang ngerjakan.. saya yang penonton…dengan pandangan tolol…

  14. ajak-ajak Berkata

    Sepengetahuanku kerjanya Tuhan sangat banyak, seperti kata sufimuda ngurusin kita2, seperti kata danalingga menonton pertunjukan kita, seperti tulisan penulis menunggu hambaNya tanpa jemu dan bosan, seperti hadis qudsi menjadi tangan kaki mata mulut kekasihNya, seperti ayat kursi senantiasa mengurusi makhluknya, seperti kata Guru saya: berdagang (sebaik-baik berdagang adalah dengan Tuhan). dll, dll, dll

  15. @ ajak-ajak
    Yeah! :mrgreen:

  16. zinnia|eglantine Berkata

    Ada2 saja… :lol:

    Jadi ikut mikir jg. Iya y, dengan begini, porsi kesakralan para nabi dan wali bisa dikurangi, dan menyadarkan kita kl mereka tidak ada beda dg kita dalam urusan penghidupan :-?

    *aku save dulu, buat direnungkan*

    Eh, bls dong semua komentar :-?

Tinggalkan Balasan