Islam, Bukan Ajaran yang Mudah

……….Omong kosong kalau ada orang yang mengatakan bahwa Islam adalah ajaran yang paling mudah. Ya, mudah untuk sekedar dijadikan retorika, namun ketika dihadapkan pada realitas, diwujudkan dalam amaliah pada tataran praksis, saya pesimis sikap esensial ajaran Islam bisa dilaksanakan. Sulit! Sulit sekali Islam itu. Itu yang baru saya sadari baru-baru ini.
.
……….Berserah diri, tawakal, sabar, dan istiqamah. Mereka bersuara demikian. Bullshit! Memangnya ia bisa dilaksanakan semudah membalikkan telapak tangan?! Bahkan membalikkan tangan pun amat sulit bagi mereka yang terkena lumpuh.
.
……….Jangan berdusta. Jangan menipu. Jangan berprasangka buruk. Sayangi yang lemah. Beri kepada mereka yang membutuhkan. Sambung silaturahmi. Dan jangan mengeluhkan takdir!
.
.
.
……….… Anda pikir itu semua mudah? :-|

.
……….Okelah. Sekali dua, ia mungkin tak terlampau sulit diimplementasikan. Tapi siapa yang sanggup melaksanakan dan mentransformasikannya ke dalam kehidupan real secara konsisten?
.
……….Anda berpikir saya melewatkan satu hal?
Jika ya, pastilah itu semacam apologi untuk menjustifikasi
……….Ah, namanya juga manusia, fluktuatif. Ya wajar, dong…
atau…
……….Lebih baik Anda belajar lebih banyak lagi. Ngaji yang bener. Sok tahu soal Islam…
.
……….Islam itu tidak mudah kawan, ia hanya sederhana.
Namun kesederhanaannya itulah, yang menjadi batu kerikil yang sanggup membuat siapapun yang menyepelekannya tersandung, terjungkal, dan tergelincir di tempat yang sama.
.
……….Salat. Puasa. Zakat. Haji… itu hanya representasi pemahaman yang telah sampai puncak, bukan semata ritual yang tak didasari semangat pencarian dan rasa ingin tahu; apa maksud di balik semua itu? Kalau memang sedemikian dianggap mudah, katakan ia hanya berada di posisi ketundukan ritual, maka tak salah, seperti yang pernah saya utarakan, salat tak lebih dari gerakan senam. Puasa tak lebih dari sekedar mengosongkan perut untuk sementara. Zakat tak lebih dari sekedar perbuatan karitatif yang hanya mengandalkan rasa iba tanpa mau tahu progres mereka-mereka yang terpinggirkan. Dan haji hanya akan sampai pada simbol/atribut semata. Menihilkan syahadat.
.
……….Bagi saya Islam itu sulit, kawan. Entah bagi Anda.
Seorang Muhammad (limpahan salawat atasnya) sampai diutus ke muka bumi pun, tak lebih misi utamanya hanyalah merekonstruksi akhlak. Simpel. Sederhana. Tapi perjuangan menuju perbaikan akhlak itu bukan main sulitnya.
.
……….Sikap hipokrit a.k.a munafik, sulitnya menghindari kebohongan, niat jahat yang kerap muncul, hingga umpatan dan makian atas apa yang datang pada kehidupan… itu semua adalah fakta, bahkan menjadi representasi diri. Saya jujur mengakui itu (barangkali ada yang mau memberi pencerahan).
.
……….Sudah cukup saya mengkaji berbagai buku-buku tasawuf. Sudah selesai saya mengalokasikan waktu membaca buku-buku daras filsafat. Dan sudah pula saya mentadabburi Al-Qur’an. Saatnya menguji diri di alam real! Dan ternyata… tidak mudah. Benar-benar tidak mudah.
.
……….Tapi justru, lantaran Islam itu ternyata tidak mudah, maka ego saya tertampar. Diri ini sontak tertantang. Nalar siap membantu. Tinggal saatnya aksi; seberapa tertantang saya mampu bermetamorfosis menjadi pribadi yang menyeluruh, selaras dengan esensi ajaran Islam. Dan tentu, lantaran ajaran Islam itu universal, maka tantangan di panggung sosial menjadi kian berat.
.
……….Cukup.
……….Tak usah berpanjang kalam.
……….Islam bukan omongan. Bukan pula debat kusir. Bukan pula khotbah dan retorika. Islam adalah transformasi, aksi, progres, laku-hidup, perbuatan.
.
……….Benar,
dan itu sebabnya, Islam bukan ajaran yang mudah!
.
.

–impromtu–
13-10-2008
Cicaheum, Bandung [20:25PM]

35 Tanggapan ke “Islam, Bukan Ajaran yang Mudah”

  1. ada pertanyaan yg mungkin jarang dipertanyakan. dari mana awal semua ketundukan, ketaatan, syukur, sabar, dan lain-lain itu? jawaban standarnya memang niat. tapi, bisa dipertanyakan lagi. dari mana datangnya niat? apakah muncul begitu saja ataukah ada pemicunya? setuju… sulit… :cool:

  2. Semuanya itu akan tumbuh perlahan2 tatkala sadar akan kesimpulan Tasawuf, yaitu :

    “Syuhudul Wahdah fil Katsroh, Syuhudul Katsroh fil Wahdah”
    (Pandang Satu pada yang banyak, pandang yang banyak pada yang satu)

    Kemudian Melebur lagi pada :

    “Syuhudul wahdah fil Wahdah”
    (Pandang satu pada yang satu)

  3. Lah, mudah kan? Sudah mengucapkan kalimat syahadat, maka sudah surga jaminannya.

  4. coba pindah agama saja :mrgreen: , mungkin agama lain lebih mudah..
    *dirajam mentah-mentah*

  5. “pertama kali sebagian orang beragama untuk berkomunikasi dengan Din dan Nur yang ada dalam dirinya”

    lalu agama berkembang sedemikian rupa lengkap dengan segala tetek bengeknya..
    tetek bengek itu lah yang mengatur agar manusia menjalani tugasnya..

    mungkin bukan islamnya yang sulit, tp menjadi manusia itu yang sulit, tugas manusia adalah menjadi MANUSIA.

    *halah boh* *saat musim panas saja pake kerudung masih terasa menyiksa saya kok.., islam sulit?*

  6. Saya setuju kalau Islam itu sebenarnya hanya satu panduan/petunjuk dari sekian panduan yg ada bagi manusia untuk hidup berdampingan dan mengenalNya.

    Seharusnya kita tak usah terpaku pada “label” Islam semata, yg terpenting adalah intisari dari ajaran yang terkandung di dalamnya. Memang sulit, karena sedari kecil kita sudah dijejali oleh ajaran yg lebih menekankan “label”, bukan esensi yang terkandung dalam label tersebut.

    Maka seperti anda sebutkan, orang hanya beribadah ritual tapi meninggalkan esensi ibadah; 1 bulan puasa merasa puas jika sudah menamatkan baca alquran (padahal ia sama sekali tak tahu apa yg dibaca); banyak pejabat beberapa kali naik haji tapi korupsinya tetap jalan, dll.

    Jangan heran kalau rakyat negeri yg kaya tambang & hasil bumi ini masih miskin saja… ya itu tadi, karena menjadikan agama sebagai label

    ngelanturnya terlalu jauh nih…:)

  7. @ sitijenang
    oke, korban pertama terjerat
    *catet*
    :mrgreen:
    .
    .
    @ pengembarajiwa
    :-|
    .
    .
    @ dana
    *lempar batu bata*
    *timpuk om dana pakai KBBI*
    .
    .
    @ peristiwa
    jadi?
    .
    .
    @ kampoeng
    Lha? Di sini malah ada indikasi munculnya Islam dengan label baru… “Islam Sulit”
    .
    *ngeloyor pergi…*

  8. Islam bukan omongan. Bukan pula debat kusir. Bukan pula khotbah dan retorika. Islam adalah transformasi, aksi, progres, laku-hidup, perbuatan

    makanya islam bukan satu2nya jalan untuk berislam :D

    *cari jalan pintas* :mrgreen:

  9. @ C4ndra
    A-ha, kemana saja anda ini, baru nongol lagi.
    Yup, begitulah. Tapi saya akan laporkan kepada FPI, biar Anda digebukin. Wekekeke…
    .
    *ngebuntutin mas C4ndra nyari jalan pintas*

  10. Islam adalah agama yang di ridhoi Allah Swt..
    http://www.asephd.co.cc

  11. Karena Islam adalah perbuatan

    *berasa iklan politik*

  12. Islam adalah agama yang di ridhoi oleh Allah, mencari dan mendapatkan Ridhonya yang tidak mudah.

    Sangat mudah bagi seseorang yang sudah mencapai ridho serta di ridhoi
    Karena ia terlepas dari belenggu atau tetek bengek yang mengikat ia untuk sampai kepada Allah Ta’ala.
    Karena orang yang sudah mencapai tahap ridho serta di ridhoi itu telah menyatu dan merdeka bersama .
    tidak ada kegelisahan, kebingungan, kesusahan,duka cita, yang di rasakannya adalah kebahagian. Dan Islam/Hidup pun menjadi mudah baginya, karena Allah Ta’ala telah menjamin islam dan hidupnya

    Tetapi amatlah sulit bagi kita yang belum sampai tahap ridho serta di ridhoi, bagai tersandung batu kerikil dan kita akan tergelincir, terjungkal di tempat yang sama.

    Keimanan kita ibarat roda yang berputar kadang di atas kadang di bawah, dan begitu seterusnya sampai roda itu benar-benar berhenti berputar di tempat
    yang di inginkan oleh Tuhan

    Dan untuk mencapai ketahap ke imanan itu Ibarat sebuah keris yang dibakar, sesudah di bakar, di rendam kedalam air, setelah di rendam ke dalam air,
    di tempa(di pukul) sampai beberapa kali , dan pada akhirnya akan menjadi sebuah keris yang indah.

    Sok tau banget……
    inilah sang pecinta yang masih di dalam kebingungan, dan berusaha untuk mencari jalan keluar dari kebingungan.

    Bangun…..bangun…..bangunlah engkau dalam tidur panjangmu….
    Bangkitlah…..bangkitlah…….bangkitlah……..
    jalan-jalan…..ke pengembarajiiwa dulu ah….., biar hati adem.

    Salam

  13. Ah sepertinya mudah atau tidaknya sesuatau itu relatif yah..

    yg saya tau sih maksudnya “islam itu agama yg mudah” dalam Fathul Baariy Syarh Shahih Al-Bukhari 1/116 itu karena ia (islam) lebih mudah dibanding agama2 yg turun sebelumnya. Jadi misalnya, persoalan taubat, jk taubatnya umat terdahulu adl dg membunuh diri mereka sendiri. taubatnya umat ini adl dg meninggalkan (perbuatan dosa) dan berazam (berkemauan kuat) untuk tidak mengulanginya lagi (sholat tobat eta.. )

    Ah, sudahlah, saya juga masih belajar…

  14. saya juga tak mau berdebat soal agama dan keyakinan, mas ariis, hehehe …. agama dan keyakinan berkaitan dengan hati yang ditransformasikan lewat aksi dan perilaku.

  15. bolang sangat bersyukur kepada ALLOH SWT atas nikmat iman dan islam yang tak ternilai harganya, melebihi apapun

  16. @ kaka
    lalu? ;-)
    .
    .
    @ rasyeed
    hee… saya nggak mengarah ke sana lho,:mrgreen:
    .
    .
    @ mujahidahwanita
    Bagaimana cara kita memperoleh derajat ridha itu?
    .
    .
    @ Lumiere
    Yup. Semua di dunia ini, memang relatif.
    Secara konsep sih iya, benar. Islam is easy. Tapi yang saya bicarakan ‘kan pada tataran praksisnya ;-)
    .
    .
    @ Sawali tuhusetya
    sepakat, pak sawali ;-)

  17. Memang tidak mudah…. dan bukan juga untuk dipersulit…. semoga kearifan saudara menjadi hikmah bagi masyarakat luas, semoga cara pandang saudara mengenai Islam dapat menjadi Inspirasi bagi calon Mujahi2 muda.. dan semoga kita dapat selalu berpegang teguh pada Ajaran-Nya mengikuti sunah Rasul seperti para Ulama Salaf….

  18. Benar-benar bertanya atau sekedar menguji…

  19. Mungkin benar, namun apa sih yang mudah ampe ampe orang bilang cari yg haram aja susah pa lagi halal”". Nabi Menegakkan Agama taruhannya nyawa. Yg Paing susah dari agama adalah penguasaan diri kita/ nafsu kita. Namun ingatlah dibalih ketidak mudahan ada kemudahan begitukan?

  20. @ Daiichi
    ;-)
    .
    .
    @ mujahidahwanita
    Ini murni perspektif
    .
    .
    @ marketingkita
    Well, Anda benar. Dan, soal “taruhannya nyawa” itu, Anda mengingatkan saya pada satu hal penting dalam hidup saya. Terima kasih^^

  21. salam

    Datang lagi….nih!

    langsung ya…

    untuk memperoleh derajat ridha adalah senang menerima keputusan2 tuhan yg datang kepada diri.

    Contoh: Tat kala kita menerima pemberian seorang sahabat maka bagi mereka yang mengerti tentu bukan pemberiannya yang di lihat .
    Melainkan orang yang memberikannya apa pun bentuk pemberian itu tidak akan bernilai di mata nya, karena yang sangat bernilai adalah yang memberi karena rasa cinta yang diikat oleh persahabatan itulah yang membuat ia senang apapun bentuk pemberian-pemberian itu.

  22. @ mujahidahwanita
    terima kasih

  23. iya … memang sulit,
    mangkanya … jangan nyembah islam :lol:

  24. Gak tahu juga, saya cuma bisa melakukan apa yang bisa saya lakukan atau lebih tepatnya apa yang mudah saya lakukan
    Salam :)

  25. @ watonist
    :lol:
    .
    .
    @ secondprince
    Yah, kurang lebih saya juga begitu sih :mrgreen:

  26. jadi yang sulit itu realisasinya dalam kehidupan bukan ajarannya

    lalu agama apa yang mudah ya mas

  27. maksud saya mas ikrar, ajarannya tidak mudah diaplikasikan. ya oke deh, seperti komentar anda

  28. ::bisa jadi mudah, bisa jadi sukar, yang diberi jalan mudah, maka islam menjadi mudah, yang diberi jalan sukar, islam menjadi sukar…hanya saja masalahnya islam di cup, semacam bentu organisasi, bukan label hati…, ah andaikata semua diberikan hal yang sama…kita mau membicarakan apalagi…???

  29. @ zal
    begitulah… ;-)

  30. menurut saya memang tidak mudah. jalan ber-islam adalah jalan yang terjal, lagi mendaki, berbatu2, ber-duri2 dsb. tidaklah mudah, kecuali bagi orang2 yang yakin akan hari akhir. Umpama didunia saja, utk menembus sekolah yang favorit (bagi siswa), siswa harus belajar ekstra keras, ditambah les2 di LBB dsb. Bukankah itu butuh pengorbanan? Begitu pula halnya dengan ber-islam, dengan tujuan akhir surga atau yang lbh tinggi lagi, menatap wajahNya di akhirat kelak. Itu semua tentu tidak diperoleh secara gratis atau cuam2 toh? tentu butuh pengorbanan. sang Dia akan melihat/menyeleksi, siapa2 diantara mahluknya yang pantas untuk mendapatkan kedua hal itu. Proses seleksinya, ya lewat kehidupan di dunia ini, dng segala macam godaan/cobaan yang harus dilewati untuk sampai ke finish/tujuan akhir, dengan berpedoman pada kompas Sunatullah?alqur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Tah iye???

  31. @ jhon
    begitulah pula…

  32. Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh

    Salam kenal dari saya, semoga blog saya yang pertama yang berbayar ini bisa menambah khasanah pemikiran dan wawasan ke-Islam-an kita semua terutama tentang salawat nabi yang sekarang sedang jadi bahasan dalam blog saya

    Dan selamat hari raya Idul Adha 1429 H
    Semoga Allah Memberkahi kita semua

    Dan ( lagi ) ditunggu kunjungannya

    Amin

  33. Iya ni bro, jadi pertanyaan juga ketika sedang membahas islam. Saya kira Islam itu mudah..tapi kadang penjelasan di buku-buku yang mengupas bagian-bagian yang saya belum pada MAQOMnya (hehe)…jadi ga bikin tentrem hidup. Makanya enakan dzikir aja lah…biar menentramkan hati. LHo?

  34. saudaramu jua Berkata

    Assalamu’alaikum wrh wbt saudaraku,

    Istighfarlah dan mengucaplah kembali, krn saya khuatir proklamasi saudara ini ditakuti seolah2 menyangkal apa yg disebut di dlm qur’an dan hadith…

    susah bukn krn apa yg diperintahkn, tp susah akibat nafsu yg meghijab hati manusia. tmbahan pula, zaman ini manusia terutamanya pemerintah tidak bersungguh2, bahkan semakin memberikn ruang yg seluas2nya utk perkara2 haram tumbuh melata spt pub, arak, hiburan melampau & sbgnya.
    tlh zahir kerosakan di atas muka bumi disebabkn oleh kerja tgn manusia itu sendiri.

  35. agama islam punya kitab suci sebagai pedoman kita, dan katax denga mengucapkan dua kalimat syahadat kita bisa masuk surga, itu suatu pemikiran yang pendek saudara……..

Tinggalkan Balasan