Arsip untuk April, 2009

Sholat; Sebuah Inquiry

Posted in Refleksi dengan kaitan (tags) , , on 28 April, 2009 by frozen

.

DALAM Islam, selain sebagai tiang agama, sholat disebut sebagai sarana komunikasi antara manusia dengan Allah, nah, lantas, sebetulnya komunikasi yang bagaimana yang mestinya terjadi dalam sholat itu? Komunikasi ke dalam diri-kah? Kalau iya, bukankah itu sama saja dengan kontemplasi atau refleksi personal yang sewaktu-waktu bisa dilakukan kapan dan di mana saja? Ataukah komunikasi ini harus dibuat imajiner, seolah-olah kita berbicara langsung dengan Allah? Tapi jika begitu, bukankah itu sama saja dengan meng-ada-ada-kan saja, meng-seolah-olah-kan diri kita sendiri bicara face-to-face dengan-Nya? Kalaupun memang harus begitu, sosok macam apakah yang harus dibayangkan sebagai wujud Allah itu? Bukankah Allah tidak bisa dan tidak boleh dibayangkan? Kalau begitu, apa yang kita lakukan selama sholat? Mengingat Allah? Caranya? Dan apa pula yang diingat? Lafadz “Allah”-kah? Ataukah mengingat kebaikan-kebaikan-Nya selama ini? Jika cuma mengingat lafadz-Nya, lantas apa yang bisa kita dapat? Toh lafadz Allah bukan berarti itu adalah Allah. Itu hanyalah rangkaian huruf yang membentuk nama-Nya saja. Dan masa’ selama sholat kita cuma mikirin lafadz Allah, bukankah itu sama saja dengan menyembah lafadz semata? Dan di mana pula letak komunikasinya? Lalu, jika mengingat kebaikan-kebaikan-Nya, maka berarti kita harus menggali serangkaian ingatan di dalam memori, dong, selama sholat? Bukankah itu sama saja dengan nostalgia belaka, mengingat hal-hal indah yang pernah didapat, dan menghubungkannya dengan Allah? Lantas komunikasinya di mana? Jika demikian, apa dan di mana kesan yang didapat sehabis melaksanakan sholat, seolah antara sebelum sholat dan sesudah sholat nyaris tak ada perbedaan? Hmm…?