Flash Fiction #3: Kisah Cerpenis & Kertas
.
Seorang cerpenis hendak menulis
diambilnya sebatang pena dan selembar kertas
baru ia hendak menggoreskan tintanya, tiba-tiba kertas itu berteriak,
“Jangan nodai aku!”
.
.
[]
Parijs van Java, Bandung | 30 Mei 2009
14.38 PM, menjelang ashar.
30 Mei, 2009 pada 10:22 am
itu kamu ya ris ?
klo saya melamun melanjutkan cerita itu, mungkin akan begini :
cerpenis itu memegang kertasnya, lalu berkata “‘jadi kau ingin aku menjadi seorang yang tak bisa menulis lagi ?”
kertas itu menjawab, “tuliskan hal -hal bisa membuat dunia bahagia”
31 Mei, 2009 pada 7:33 am
sepertinya, banyak tulisan yang sekarang ada -mungkin termasuk tulisan saya, hanyalah noda.
1 Juni, 2009 pada 7:21 am
waaaaaaaah… nyindiir yaaa… kebiasaan nyampah dimana mana… sampe penuh tuh jaringan…
11 Juni, 2009 pada 3:11 pm
kertasnya ngomong gitu yah…? trus cerpenisnya tukang merkosa bukan…?