Flash Fiction #3: Kisah Cerpenis & Kertas

.
Seorang cerpenis hendak menulis
diambilnya sebatang pena dan selembar kertas
baru ia hendak menggoreskan tintanya, tiba-tiba kertas itu berteriak,
“Jangan nodai aku!”

.
.

[]
Parijs van Java, Bandung | 30 Mei 2009
14.38 PM, menjelang ashar.

4 Tanggapan ke “Flash Fiction #3: Kisah Cerpenis & Kertas”

  1. itu kamu ya ris ? :mrgreen:

    klo saya melamun melanjutkan cerita itu, mungkin akan begini :

    cerpenis itu memegang kertasnya, lalu berkata “‘jadi kau ingin aku menjadi seorang yang tak bisa menulis lagi ?”

    kertas itu menjawab, “tuliskan hal -hal bisa membuat dunia bahagia”

    :D

  2. sepertinya, banyak tulisan yang sekarang ada -mungkin termasuk tulisan saya, hanyalah noda. :(

  3. waaaaaaaah… nyindiir yaaa… kebiasaan nyampah dimana mana… sampe penuh tuh jaringan…

  4. kertasnya ngomong gitu yah…? trus cerpenisnya tukang merkosa bukan…?

Tinggalkan Balasan