Flash Fiction #4: Menunggu Bis

.
Lelaki tua itu, untuk yang ke-sekian ribu kalinya
kembali melirik jam di tangannya
gusar ia menunggu kedatangan bis yang hendak ia tumpangi,
namun belum jua tiba

padahal… ia tahu,
terakhir kali ada bis lewat halte tua ini
yaitu sekitar dua puluh tahun yang lalu…

.
.

[]
Parijs van Java, Bandung | 30 Mei 2009
18.59 PM, di sela-sela kerja.

12 Tanggapan ke “Flash Fiction #4: Menunggu Bis”

  1. Departemen Penerangan-nya manah!!!??? :-w

  2. gak bisa komen….blom ngikuti dr awal….:D

  3. di sini, tanggungjawab kemanusiaan adalah:
    1. memberitahukan bahwa tidak ada bis yang akan lewat
    2. mengantarkan bapak tua itu sampai ke tujuan
    3. lanjutkan.

    :mrgreen:

  4. kayaknya nih… bus Si Bapak tua = khusyuknya Frozen.
    Gusar ditunggu tak kunjung datang.

    nah ntu, perlu cari halte lain kaleee :mrgreen:

  5. bapak itu udah pikun,dia lupa bhw sekarang udh ga ada bis lagi yang lewat halte itu

  6. frozen Berkata

    @ lambrtz
    meneketehe!

    @ m4stono
    yo wis

    @ denologis
    yeah, lanjutkan™!
    :mrgreen:

    @ illuminationis
    maxute™ halte perjalanan™ Ki Jenang?
    Lha saya berkali-kali ke sana ndak ada penunggunya.
    :mrgreen:

    *tembusan ke yang bersangkutan*

    @ almarhum emina
    hee? itu interpretasi yah?
    yah, silakan, silakan, ditafsirken.
    :mrgreen:

    ayo, ayo, cari maknanya, ntar yang kebetulan tepat saya kasih hadiah.
    :mrgreen:

  7. palingan urusan pacar lagi :cool:

  8. ooo.. mencari ditempat terang… padahal jatuhnya di mana embuuuh..
    Salam Sayang

  9. Kenapa c KangBoed doyan nulis Salam Sayang.

  10. bego……

Tinggalkan Balasan