Flash Fiction #6: Memastikan Kabar
.
PEMUDA kurus itu berjalan ke salah satu kios koran di seberang jalan, dan membeli salah satu surat kabar. Kemarin ia tewas terlindas kereta, dan hari ini ia cuma ingin memastikan apakah kabar tewasnya itu dimuat di koran ataukah tidak.
.
.
[]
Batununggal, Bandung | 1 Juni 2009
23.11 PM, di penghujung jam kerja.
1 Juni, 2009 pada 5:28 pm
Mbok buka detik aja.
2 Juni, 2009 pada 12:01 am
Saya, setiap hari membaca koran, juga untuk memastikan apakah ada saya di sana.
2 Juni, 2009 pada 12:56 am
@ lambrtz
halah, mengko yen aku nulis detik, awakmu po ra malah omong, “Mbok tuku koran wae”
asem ora kuwi? :-w
.
.
.
@ denologis
hee?? jadi… jadi… mas denologis ini… sud… sud…
*memperhatikan avatar yang bersangkutan yang black/white*
*
Hantooooooo…!!!*2 Juni, 2009 pada 5:16 am
Err, fiksi2nya abang frozen selalu singkat dan menggugah
2 Juni, 2009 pada 10:30 am
terinspirasi dari genre sastra khasnya Pak Agus Noor [ di sini ]
3 Juni, 2009 pada 4:26 am
wah keren, thanks linknya Mas
2 Juni, 2009 pada 5:30 pm
hehehe… Ries… jam sebelas malam belum balik kerja apa yaaa..
Salam Sayang
11 Juni, 2009 pada 3:15 pm
whoah…. ghost ala esensi nih…
16 Juni, 2009 pada 6:08 am
Gila kau! Antara harus ngeri atau tertawa baca fiksi mini model gini. Kau jadi epigon yang kreatif atulah, yang “dark” model gini biar khasnya Pak Agus Noor. Tp so far ok,
27 Juli, 2009 pada 12:17 am
Mas Aris Mas Aris, hi hi hi, Kamu itu memang antik juga ihhh. SALAM