Flash Fiction #6: Memastikan Kabar

.
PEMUDA kurus itu berjalan ke salah satu kios koran di seberang jalan, dan membeli salah satu surat kabar. Kemarin ia tewas terlindas kereta, dan hari ini ia cuma ingin memastikan apakah kabar tewasnya itu dimuat di koran ataukah tidak.
.
.

[]
Batununggal, Bandung | 1 Juni 2009
23.11 PM, di penghujung jam kerja.

10 Tanggapan ke “Flash Fiction #6: Memastikan Kabar”

  1. Mbok buka detik aja.

  2. Saya, setiap hari membaca koran, juga untuk memastikan apakah ada saya di sana.

  3. @ lambrtz
    halah, mengko yen aku nulis detik, awakmu po ra malah omong, “Mbok tuku koran wae”

    asem ora kuwi? :-w

    .
    .
    .

    @ denologis
    hee?? jadi… jadi… mas denologis ini… sud… sud…
    :shock:

    *memperhatikan avatar yang bersangkutan yang black/white*

    *Hantooooooo…!!!*

  4. Err, fiksi2nya abang frozen selalu singkat dan menggugah :D

  5. hehehe… Ries… jam sebelas malam belum balik kerja apa yaaa..
    Salam Sayang

  6. whoah…. ghost ala esensi nih…

  7. Gila kau! Antara harus ngeri atau tertawa baca fiksi mini model gini. Kau jadi epigon yang kreatif atulah, yang “dark” model gini biar khasnya Pak Agus Noor. Tp so far ok,

  8. lovepassword Berkata

    Mas Aris Mas Aris, hi hi hi, Kamu itu memang antik juga ihhh. SALAM

Tinggalkan Balasan