Flash Fiction #8: Fragmen Hukum
.
LELAKI atheis itu senang, karena biarpun setiap hari dirinya menghina dan menghujat Tuhan, Tuhan tak pernah menjebloskannya ke penjara dengan dalih melanggar UU ITE pasal pencemaran nama baik.
.
.
[]
Bandung, 3 Juni 2009
12.56 PM, ba’da dzhuhur
3 Juni, 2009 pada 6:52 am
Bukannya dengan pernyataan di postingan ini, lelaki itu bukan atheist tapi hanya pembenci tuhan?
*gun males logout*
3 Juni, 2009 pada 7:11 am
apa musti saya revisi jadi “lelaki agnostik“?
3 Juni, 2009 pada 8:25 am
Oksimoron, atheis kok menghujat Tuhan. Apa yang dihujat?
Usul revisi: lelaki satanis.
27 Juli, 2009 pada 12:13 am
Agnostik lebih-lebih lagi mana mungkin agnostik membenci Tuhan ? Yang benci Tuhan itu pemuja setan. Hi hi hi . ateis menganggap Tuhan tidak ada jadi ateis sejati ya mana mungkin membenci Tuhan, agnostik merasa Tuhan tidak bisa dibuktikan dengan pengetahuan manusia jadi statusnya juga bukan pembenci Tuhan. Kemungkinan besar pembenci Tuhan itu ya aliran pemuja setan. Hik hik hik
3 Juni, 2009 pada 8:29 am
bingung dengan pengertian Atheis di sini
Bukannya atheis itu tidak percaya dengan adanya Tuhan, tapi kenapa bisa menghujat Tuhan? berarti Tuhan “lelaki yang mengaku atheis” itu percaya dong kalo Tuhan itu ada? kalo gitu bukan atheis kan jadinya, karena bagaimana bisa seseorang menghujat sesuatu yang tidak pernah ada.
14 Juni, 2009 pada 5:55 am
wajar kok, orang atheist itu sangking tidak percaya dengan tuhan dia menghina setiap hal yang dituhankan oleh orang lain, layaknya seorang penganut agama yang menghina nabi agama lain, si penghina itu pasti tidak percaya dengan nabi tersebut, sangaking kesel n tidak percayanya maka dia hinalah nabi tersebut. ini hanya permisalan dari saya pribadi loh, bukan si penulis. hehehe c:
3 Juni, 2009 pada 8:34 am
cih siyal keduluan bang lambrtz
btw ralat dong :
berarti Tuhan “lelaki yang mengaku atheis” [...] –> berarti “lelaki yang mengaku atheis” [...]
kata Tuhannya tolong ilangin. thx
3 Juni, 2009 pada 10:07 am
Lah, tidak bisakah dikaw-dikaw ini fanjang akal, “O, bisa saja tuhan yang dimaksud di sini adalah tuhannya para theis”, “O, bisa saja tuhan yang dihujat di sini adalah tuhannya para gnostik”, dll.
Masbro Lambrtz yang sedari dulu ngikutin post-post Mas Gentole saya pikir hafal akan paradoks ini, bahwa seorang atheis dengan theis tak ubahnya dua orang pecinta, hanya saja yang satu tak menemukan cintanya di ujung jalan pencarian. Sebagaimana pernah disinggung Teungku Alex, bahwa di belakang parit medan perang, seorang atheis sekalipun tetap menyebut nama tuhan.
Dan untuk rukia, apakah atheis di atas sudah jelas adalah atheis murni? Tidak ‘kan. Bisa jadi dia cuma apatheis.
3 Juni, 2009 pada 10:20 am
tau sih atheis itu ada 2 jenis, tapi ya tetep aja buat saya atheis itu tidak percaya adanya Tuhan, jadi ya aneh kalo menghujat Tuhan walaupun itu Tuhan dari golongan theis
*ngeyel*
hahahaa…
kalau sudah dihadapkan pada kematian, ternyata tetap takut ya, tetap menyebut nama Tuhan pada akhirnya
3 Juni, 2009 pada 11:10 am
::bilangin ama atheis itu Ris, di Amerika, mereka juga biasa menghujat presidennya dan mereka gak diapa-apain…,
mending gak usah senang dulu…
3 Juni, 2009 pada 12:07 pm
siap Pak Komandan!
4 Juni, 2009 pada 10:47 am
Negara-negara Skandinavia aja, lebih wadhid demokrasinya.
3 Juni, 2009 pada 12:18 pm
Lupa!
4 Juni, 2009 pada 5:01 pm
mosok atheis menghina tuhan? brarti mengakui klo tuhan itu ada dong?
4 Juni, 2009 pada 7:29 pm
menghujat itu bikin hati senang ya? Biasanya hati panas dulu baru bisa menghujat, jadi sudah tidak ada senang dari awal kisahnya. Lucu nih seri fiksi mininya. Topik favoritnya Frozen: keilahian
5 Juni, 2009 pada 4:14 am
Ooooo.. *lirik atas*.. ini seri atheis yaaa.. eee.. seri fiksi mini… dasar OON tahunya nyampah mulu.. sambil gak ngerti isinya.. weleh weleeeh.. yang Atheis, nyang mana yaaa.. parah mana ya sama nyang cuma ngaku ngaku lewat mulut.. tunjuk sana sini.. kelakuannya lebih lebih dari atheis.. *geleng geleng*.. mending mana yaaaa.. atheis apa ZOMBIE.. hihihi.. di undang sama Zombie ries..
Salam Sayang
5 Juni, 2009 pada 2:28 pm
thoughts in the dark
6 Juni, 2009 pada 3:22 am
Jadi selain surga dan neraka, ternyata ada juga penjara…
*nambah satu pemahaman baru lagi*
11 Juni, 2009 pada 1:48 am
hihihi.. *ngelirik atas*.. padahal banyak manusia tidak menyadari hidupnya terpenjara dalam sangkar jasaaaaaad.. makanya hanya sedikit yang menyadari dan mulai melangkah.. sampai mereka teriak keras “MERDEKA”..
Salam Sayang
11 Juni, 2009 pada 3:18 pm
Makanya itu… kataku juga Dia mah baik…
31 Juli, 2009 pada 1:37 am
Tapi kenyataannya ada juga atheis yang mengatakan Tuhan hanyalah khayalan manusia. Dan Tuhan hanya dogma yang dibuat oleh manusia itu sendiri.