Pojok Esensi: Perpustakaan dan Pelacur (di Kotaku)

.

JIKA aku ditanya, manakah yang paling hebat; perpustakaan ataukah pelacur, maka akan kujawab, pelacurlah yang paling hebat. Jika layanan perpustakaan buka seperempat hari, layanan pelacur buka 24 jam!

.

Pusat Rekreasi? Bukannya perpustakaanmu ini, dan mungkin perpustakaan lain di seluruh negeri ini, masih bermain di wilayah kognitif, bukan afektif? Lucu kalau kau bilang sebagai pusat rekreasi!

Di hari-hari lain, layanan buka kalian itu kurang dari 6 jam, lalu di akhir pekan cuma buka 3 jam. Itu cara kalian menumbuh-kembangkan minat dan kebiasaan membaca masyarakat?! You make me sick!

.
[]
Antara Cianjur – Bandung, 6 Juni 2009
23.59 PM

27 Tanggapan ke “Pojok Esensi: Perpustakaan dan Pelacur (di Kotaku)”

  1. Karena pustakawan tdk menikmati permainan dan pekerjaannya?

    • Yang saya permasalahkan bukan pustakawannya Bung, tapi para pemegang regulasi perpustakaan di atasnya!

      Lagipula, kalau pun pustakawan tidak menikmati permainan dan pekerjaannya, kenapa mereka tidak hengkang segera dan mencari pekerjaan lain?

      • setuju, para pustakawan kan tidak semuanya tidak ramah, ada juga yang sangat ramah, tapi kebanyakan terlalu jadi abdi dalemnya para pemegang regulasi. c:

  2. Sudah bagus mereka mau melayani. Dasar pria tak tahu diuntung! (kok konotasinya jadi beda ya? :? )

  3. hahahahhaah

    pembandingnya ga setara ah… jelas pelacur yang akan menang :D

    dan di banyak kota rasanya masih sama… perpustakaan belum sama sekali tempat rekreasi…

  4. seharusnya hari libur bukanya full, hari kerja bolehlah sebentar.

    *demi keuntungan diri sendiri*

  5. adipati kademangan Berkata

    tulisan ini masuk dalam kategori setan alas, berarti pengelola perpustakaan itu adalah setan alas
    *kesimpulan ngawur, bersiap dijemput paksa dengan alasan UU ITE*

  6. wah,, emang kalo udah soal aturan sih, ribet jam-nya..

  7. gajinya mungkin per jam?

  8. shock therapy di perpustakaan salah satu fakultas paling mahal di sebuah universitas tua di Indonesia: katalog aja kagak ada!

    Pas saya tanya sama ibu penjaganya mana katalog buat cari buku, dijawabnya, “Lihat/ cari sendiri saja di rak, Mbak!”

  9. hmm.. dua hobby baru yaaaa rieeeees.. jangan dikemukakan disini.. rahasiain dunk.. :mrgreen:
    Salam Sayang :lol:

  10. klo bisa di usulkan ya, sebaiknya perpus itu bukanya hari libur saja…terutama perpus umum…tapi perpus umum di bandung apa ada yang bagus ? u_u

  11. ya iyalah… pelacur mah usaha cari duit sendiri… pustakawan mah mesti nyari waktu buat cari tambahan karena gaji dari PEMDAnya kurang… gak cukup buat makan ma sekolah anaknya… dua-duanya hebat kok… situ aja yang kesel karena mau nyari buku gak bisa seenaknya,,,,,

  12. Wah… kadang pelacur juga gak 24/7, kalo misalnya dia lagi sakit gimana mau melacur? :mrgreen:

  13. perpustakaan = rekreasi ?? dari mana nih hubungannya ??

    pelacur = rekreasi, ini baru ungkapan sebenarnya :lol:

  14. lovepassword Berkata

    Namanya juga kepepet bos, cari kerjaan lain suseh kali – padahal mungkin nggak minat di bidang itu

  15. :. lovepassword
    Kalau nyari kerjaan susah, logikanya ya… bikin aja kerjaan sendiri :d

    :. Ando-kun

    pelacur = rekreasi, ini baru ungkapan sebenarnya :lol:

    Betul! Asal ada beberapa lembar 50 ribuan. Dan jangan lupa alat kontrasepsinya! :lol:

    :. Huang
    kalau sakit libur dulu kali

Tinggalkan Balasan