.
This entry is solely dedicated to me, myself, and I.
………..PERNAHKAH Anda membeli sebuah buku, namun membelinya bukan karena kebutuhan, melainkan karena desakan impromtu dari dalam batin setelah tahu buku tersebut ditulis oleh seseorang yang Anda kagumi, atau karena buku tersebut dihadiahi testimoni dari seorang yang Anda gandrungi pemikirannya, atau memang karena penulisnya adalah seorang yang Anda gila-gilai? Pasti pernah ya, atau bahkan sering. Anda tidak sendirian. Sebab “buku wajib bulan ini” yang baru saja saya dapatkan pun, saya beli atas dasar-dasar “karena” di atas, yang entah apa itu namanya (semacam sindrom?). Tapi tidak sekedar satu poin sebab, melainkan semua “karena” (di atas), saya membeli buku yang menjadi bagian tema postingan sekarang. Ya karena kebutuhan, ya karena hasrat untuk memiliki, ya karena endorse-nya, dan ya karena penulisnya.
.

"Muhammad, Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik", karya masterpiece Martin Lings (Abu Bakr Sirajd al-Din), sebuah buku gemuk terbitan Serambi.
.
………..Saya harus “menyalahkan” si polymath Seyyed Hossein Nashr. Beliau ini yang pertama kali mengenalkan saya pada beberapa nama muslim perenial (al-hikmatul atiqah) tersohor, seperti Frithjof Schuon (‘Isa Nur al-Din al-Maryami), Titus Burckhardt (Sidi Ibrahim Burckhardt), Martin Lings, dan terakhir, Charles Le Gai Eaton, yang setelah memeluk Islam berganti nama menjadi Hasan Abdul Hakeem.


